Darshana Logo

Seberapa Penting Influencer Marketing untuk Bisnismu?

By:

Darshana Editorial Team

I

Nov 30, 2022

I

4

min. read

Contributor:

Ratih Dwi Jayanti

Darshana Editorial Team

Previous Post

Grow your business with Darshana!

  • Ratih Dwi Jayanti

Apakah Penggunaan Tagar (Hashtag) Penting untuk Bisnismu?

Di era digital seperti sekarang, rasanya hampir seluruh masyarakat memiliki media sosial. Apakah kamu salah satunya? Bukan hanya secara pribadi, bahkan sekarang media sosial menjadi salah satu platform alternatif untuk memasarkan bisnismu atau bisa juga menjadi media untuk branding. Dari Instagram, Twitter, Facebook, hingga TikTok, semua media sosial ini sudah dimanfaatkan oleh para pemilik brand untuk mensukseskan bisnisnya.


Jika kamu atau brand-mu memiliki media sosial, mungkin kamu sudah tidak asing dengan tanda tagar (#) atau bahkan kamu sering menemukan tanda tagar yang diikuti dengan beberapa kata spesifik di berbagai postingan yang kamu temukan. Biasanya memang tanda tagar ini banyak digunakan pada unggahan di media sosial karena tanda tagar bukanlah sekadar tanda yang tidak ada fungsinya. Jika digunakan dengan benar, tanda tagar ini bisa membantu meningkatkan brand awareness sebuah brand. Apakah kamu sudah memanfaatkan penggunaan tanda tagar (hashtag) dengan baik? Apakah bisnismu perlu memanfaatkan tanda tagar? Yuk, cari tahu info selengkapnya.


Tanda tagar
Source: Shutterstock
Apa itu Tagar (Hashtag)?

Sebelum memutuskan apakah bisnismu butuh menggunakan tanda tagar atau tidak, kenalan lebih lanjut, yuk, dengan tanda tagar (#) yang ternyata dapat meningkatkan efektivitas brand campaign-mu.


Dilansir dari situs Forbes, tanda tagar sudah digunakan pertama kalinya pada 23 Agustus 2007. Chris Messina merupakan pengguna tagar pertama di Twitter. Awalnya orang-orang menganggap bahwa penggunaan tanda tagar merupakan hal yang tidak lumrah sehingga banyak orang yang mengolok-olok Chris karena menggunakan tagar. Namun, Chris Messina meyakinkan beberapa temannya untuk mulai menggunakannya juga.

Sejak saat itu, tanda tagar menjadi cara bagi pengguna untuk mencari topik dan mengikuti suatu percakapan yang saling berhubungan pada satu topik. Tanda tagar berfungsi seperti frasa kata kunci di situs web dan dapat memperluas jangkauan topik yang ingin kamu angkat. Lalu, setelahnya, penggunaan tanda tagar tidak hanya di Twitter saja tetapi digunakan di platform lain seperti, Facebook, Instagram, bahkan TikTok.

Secara praktik, tanda tagar adalah kata atau frasa yang dieja atau ditulis tanpa spasi dengan diikuti tanda tagar (#) di depannya. Tanda tagar ini dapat mengikat atau mengumpulkan audiens yang berbeda ke dalam satu topik yang signifikan.


Bagaimana Cara Kerja Tagar (Hashtag)?

Secara general, kamu bisa gunakan tanda tagar secara spesifik tentang produk atau brand-mu untuk membuat percakapan. Kamu juga bisa menggunakan tanda tagar lokal yang general tetapi masih dalam konteks produk atau brand-mu untuk menciptakan brand awareness.


Dilansir dari situ Forbes, terdapat perbedaan penggunaan tanda tagar di setiap platform, seperti:

  1. Instagram Di Instagram kamu bisa menggunakan hingga 30 tagar di setiap pesannya. Namun, jangan juga memasukkan 30 tanda tagar di caption setiap unggahanmu. Sebagai gantinya, setelah mem-publish post-mu, tambahkan tanda tagar di kolom komentar.

  2. Twitter Penggunaan tanda tagar di Twitter sangat penting karena dapat meningkatkan engagement. Kamu bisa menggunakan tanda tagar dalam kata bentuk tunggal, jamak, atau kata-kata singkatan yang sedang populer atau trending.

  3. TikTok Di TikTok kamu bisa gunakan tanda tagar FYP (for you page) agar kontenmu bisa masuk di FYP lain dan ini akan meningkatkan viewer kontenmu.


Manfaat Tagar (Hashtag) untuk Bisnismu

Penggunaan tanda tagar bisa meningkatkan efektivitas strategi marketing dalam bisnismu. Dilansir dari Forbes dan Hootsuite, berikut beberapa manfaat penggunaan tanda tagar:

  1. Berdampak baik untuk brand campaign atau promosi Penggunaan tagar atau hashtag bisa menjadi cara yang efektif untuk mempromosikan brand-mu sehingga dapat meningkatkan brand awareness.

  2. Meningkatkan engagement dan followers Memasukkan tagar ke dalam unggahanmu akan mendorong percakapan di media sosial tersebut. Hal ini bisa membuat brand-mu mendapatkan tingkat engagement yang lebih melalui like, komentar, dan share.

  3. Memperjelas konteks atau tujuan dari sebuah postingan Kamu hanya bisa menulis beberapa (280 karakter) karakter pada Twitter. Di Instagram, caption yang terlalu panjang tidak selalu efektif. Oleh karena itu, penggunaan tagar dapat memberikan konteks tentang apa yang kamu bicarakan, tanpa perlu menghabiskan karakter.


Kesimpulan

Tanda tagar mungkin seringkali dilupakan penggunaanya karena dianggap tidak terlalu memberikan efek yang signifikan pada sebuah brand. Namun, setelah membaca beberapa manfaat dari penggunaan tanda tagar, ada baiknya sebagai seorang pebisnis atau pemilik brand mencoba untuk memanfaatkan tanda tagar dalam strategi marketing-mu karena sekecil apa pun efek yang dihasilkan, jika terus digunakan dengan strategi marketing yang tepat, dengan penggunaan tanda tagar brand kamu akan lebih meningkatkan brand awareness, lebih established, dan memiliki signature hashtag seperti brand-brand besar.

 
Referensi

Conner, Cheryl. “Why You Need A Hashtag Strategy For Your Business”, 2013

https://www.forbes.com/sites/cherylsnappconner/2013/06/22/why-you-need-a-hashtag-strategy-for-your-business/?sh=5af03f4c7370


Duran, Annemaria. “How To Effectively Use Hashtags To Grow Your Business Following”, 2017

https://www.forbes.com/sites/forbescommunicationscouncil/2017/12/28/how-to-effectively-use-hashtags-to-grow-your-business-following/?sh=70c0346a4615


Macready, Hannah. “How to Use Hashtags in 2022: A Guide for Every Network”, 2022. https://blog.hootsuite.com/how-to-use-hashtags/