top of page
Darshana Logo
whatsapp

Kenapa Facebook Conversion API Penting untuk Bisnismu?

By:

Darshana Editorial Team

I

Feb 1, 2023

I

3

min. read

Contributor:

Ratih Dwi Jayanti

Darshana Editorial Team

Previous Post

Grow your business with Darshana!

  • Writer's pictureRatih Dwi Jayanti

5 Tips Mengoptimalkan Iklan Facebook



Jika kamu sudah tahu cara membuat iklan Facebook dan sudah memasang iklan Facebook, maka hal berikutnya yang kamu perlu tahu adalah bagaimana caranya agar iklan yang kamu pasang di Facebook dapat optimal.


Iklan optimal adalah iklan yang secara tepat dapat menargetkan audiens yang tertarik dengan brand-mu. Di waktu yang bersamaan, kamu juga dapat menyampaikan pesan brand-mu. Lalu, audiens yang ditargetkan dapat melakukan tindakan yang kamu inginkan, seperti comment, like, follow hingga melakukan pembelian. Semua hal ini dicapai tanpa menghabiskan banyak uang atau budget marketing-mu.


Intinya, semakin banyak audiens yang engage dengan iklanmu dan melakukan tindakan yang kamu inginkan tanpa kamu harus membuang-buang uang/budget marketing, maka itulah iklan yang optimal. Terlebih lagi, iklan Facebook merupakan paid ads atau iklan berbayar yang membuat kamu harus lebih teliti dalam mengkalkulasi budget.


Berikut 5 Tips Mengoptimalkan Iklan Facebook:


1. Gunakan Meta Insights untuk Mengetahui Audiens Sebenarnya

Dalam menjalankan iklan, audiens memiliki peran yang sangat krusial bagi brand karena merekalah orang yang akan terekspos iklanmu. Oleh karena itu, kamu perlu menargetkan audiensmu secara tepat. Cara paling sederhana adalah dengan memanfaatkan tools yang sudah disediakan oleh Facebook, yaitu dengan Meta Insights. Tools ini dapat membantumu menemukan audiens yang tepat dilihat dari gender, usia, lokasi, hingga device yang digunakan. Kamu juga dapat melihat audiens yang ada sekarang hingga audiens potensial.


a. Cara Mengakses Meta Insights

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengakses Meta Insights. Kamu bisa menemukan tombol Insights di bar sebelah kiri Meta Business Suite.


b. Informasi Audiens di Meta Insights

Setelah itu, kamu akan melihat informasi audiens yang cukup detail, seperti gender, usia, lokasi, dan lain-lain. Dari data ini, kamu bisa lihat posting-an yang paling baik sehingga ide atau pesannya bisa digunakan ulang dalam posting-an selanjutnya.


2. Cocokkan Materi Iklan dengan Audiens

Materi iklan dan audiens adalah hal yang tidak bisa terpisahkan karena materi iklan merupakan salah satu aspek penting yang akan menarik perhatian audiensmu. Inilah mengapa kamu perlu mencocokkan materi iklan dengan audiens agar dapat menarik perhatian mereka secara tepat dan cepat. Bagaimana caranya?


a. Menimbang Audiens dengan Brand Profile

Sebelum kamu memutuskan untuk membuat materi iklan, pastikan audiens yang kamu targetkan cocok dengan brand profile-mu. Misal, brand profile-mu ditujukkan untuk ibu hamil tetapi audiens yang kamu targetkan adalah laki-laki kisaran umur 17-25. Kemungkinan besar iklanmu tidak akan optimal karena mereka tidak relate dengan produkmu. Jangankan untuk sampai ke tahap click, mungkin mereka akan langsung scroll/swipe saat pertama kali lihat iklan produkmu. Penggunaan tagar juga bisa kamu manfaatkan karena terkadang tagar menjadi identitas dari brand profile-mu.


b. “Best Practices” dalam Pembuatan Materi Iklan

Perlu kamu ingat, 3 detik pertama adalah detik yang sangat krusial dalam iklan Facebook karena dalam rentang waktu tersebut audiens akan menangkap pesanmu. Oleh karena itu, kombinasi materi iklan dan copywriting yang tepat sangat diperlukan agar iklanmu optimal. Untuk copywriting, usahakan copy yang kamu buat tidak terlalu panjang dan juga tone-nya disesuaikan dengan audiensmu.


Untuk format materi iklan, Facebook sendiri merekomendasikan video untuk materi yang akan dipasang pada iklan karena audiens lebih tertarik dengan video.

c. Pentingnya Tombol CTA dan A/B Testing

Jika semua aspek (copywriting dan design) sudah lengkap sesuai dengan target audiensmu, salah satu hal yang tidak bisa kamu lupakan adalah penggunaan tombol CTA (Call to Action). Tombol ini akan memudahkan audiensmu untuk melakukan tindakan yang kamu inginkan. Contohnya, jika kamu menginginkan audiensmu membeli produkmu, maka CTA yang tepat bisa “Shop Now!” atau “Beli Sekarang!”. Pemilihan tombol CTA juga dapat dilihat di tingkat ad yang kamu pilih.


Kamu perlu juga melakukan A/B Testing untuk mengetahui elemen mana yang direspon secara positif oleh audiens. A/B Testing juga bisa membantu kamu untuk membandingkan mana iklan yang lebih bagus. Hal-hal yang bisa kamu A/B Testing adalah copywriting, CTA, placement, format iklan, dan lain-lain.


3. Targetkan Iklan Berdasarkan Marketing Funnel

Selain menargetkan iklan sesuai dengan audiensmu, kamu perlu menargetkan iklan berdasarkan marketing funnel agar goals marketing-mu dapat tercapai dan juga terhindar dari kesalahan digital marketing.


a. Tiga Tingkat Marketing Funnel

Apa itu Marketing Funnel? Secara singkat, Marketing Funnel adalah representasi dari perjalan seorang calon pembeli, dari prospek hingga menjadi pelanggan. Tiga tingkat yang sering didengar adalah Awareness, Conversion, dan Consideration.

  • Awareness: Tahap di mana target audiensmu sadar akan kehadiran brand-mu dan sudah mulai tahu jika brand-mu menawarkan solusi untuk masalah mereka.

  • Consideration: Pada tahap ini, target audiens sudah mulai mempertimbangkan untuk memanfaatkan produk/jasa yang kamu tawarkan.

  • Conversion: Di sinilah target audiensmu mulai memilih produk atau layanan yang kamu tawarkan untuk menyelesaikan masalah mereka.

Dari ketiga tingkat Marketing Funnel tersebut, kamu perlu menyentuh semua tingkat agar iklan Facebook-mu lebih optimal, termasuk untuk customer-mu yang sebelumnya sudah pernah melihat iklan yang kamu tayangkan.


b. Retargeting Menggunakan Custom Audience

Kamu sudah menargetkan iklanmu sesuai dengan Marketing Funnel. Selanjutnya, apakah tugasmu sudah selesai? Tentu belum. Kamu bisa memanfaatkan Custom Audience untuk me-retargeting iklan. Kenapa? Retargeting dapat membantu kamu untuk menjangkau lagi audiens yang sebelumnya sudah aware atau bahkan tertarik dengan brand-mu. Sedangkan Custom Audience merupakan tools penting untuk membawa audiens yang sudah pernah melihat iklanmu ke tahap marketing funnel lainnya. Untuk memanfaatkan Custom Audience, pastikan seluruh sosial media Meta sudah terkoneksi dengan Meta Business Manager.


c. Sesuaikan Materi Iklan dengan Tingkat Funnel

Materi iklan merupakan salah satu aspek terpenting dalam beriklan di Facebook. Materi iklan yang out of the box dapat menarik perhatian audiens. Namun, kamu harus membedakan setiap materi iklan untuk setiap funnel. Sesuaikan materi dan pesan iklan dengan tujuan campaign-mu. Misalnya, kamu membuat iklan untuk Marketing Funnel Awareness’ yang bertujuan untuk membiasakan audiens akan kehadiran brand-mu agar mereka lebih aware. Maka, sebisa mungkin materi iklan yang kamu buat secara visual jelas dan mewakili tujuan iklanmu. Kamu juga bisa memasukkan logo brand di setiap materi iklan. Sedangkan kalau kamu memilih Conversion, maka kamu bisa menunjukkan atau showcase produk brand-mu secara lebih jelas.


4. Manfaatkan Broad Targeting

a. Apa itu Broad Targeting Dapat dikatakan bahwa Broad Targeting adalah strategi dasar untuk menentukan audiens di Facebook atau strategi pemasaran yang mencakup banyak audiens dari demografi yang luas tanpa targeting yang lebih spesifik. Broad Targeting dilakukan untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan untuk meningkatkan efektivitas iklan. Tujuan targeting adalah untuk memberikan Facebook kumpulan orang yang paling mungkin akan melakukan tindakan saat melihat iklanmu. Algoritma Facebook akan menemukan orang-orang pada sekumpulan orang tersebut. Namun, jika kamu melakukan targeting sendiri, kemungkinan besar tidak semua orang yang kamu targetkan ulang akan melakukan tindakan (convert). Broad Targeting bisa menargetkan audiens yang responsif atau audiens yang tadinya kamu tidak sangka akan engage dalam iklanmu. Dengan ini, kamu memberi Facebook seluruh orang/audiens sebagai pilihan. Algoritma Facebook akan bekerja dari sana untuk memilih audiens yang paling responsif dari iklan yang kamu jalankan. Algoritma Facebook akan dengan cepat mengetahui orang mana yang melakukan tindakan sesuai dengan apa yang kamu inginkan dan akhirnya membuat penyesuaian secara real-time terhadap siapa yang melihat iklan milikmu, di placement apa, dan dalam format yang bagaimana.

b. Solusi yang Baik Setelah iOS Update Sejak update iOS 14, Facebook Ads memiliki fungsi iklan dan tracking yang terbatas. Hal ini berdampak langsung pada personalisasi iklan dan reporting performance. Broad Targeting menjadi salah satu solusi terbaik setelah iOS14. Strategi ini memungkinkan ada untuk mengatur ad spend dan berpotensi mendatangkan sumber pelanggan baru dengan biaya yang lebih terjangkau.

c. Alternatif Broad Targeting Broad Targeting menjadi semakin penting terutama setelah update iOS 14+ yang mengakibatkan platform-platform advertiser seperti Meta mengalami kesulitan untuk mengumpulkan data user-nya. Hal ini juga mengakibatkan targeting berdasarkan Interest tidak lagi seefektif dulu. Namun, bukan berarti option targeting berdasarkan Interest bisa diabaikan. Sangat dibutuhkan testing terhadap berbagai macam tipe audience untuk menentukan mana yang paling bekerja dengan baik. Rule of thumb-nya adalah jika brand kamu masih belum memiliki basis customer yang banyak (orang yang melihat produk kamu masih sedikit, add to cart-nya masih sedikit), sebaiknya kamu coba menggunakan broad audience. Akan lebih baik lagi jika kamu melakukan test antara broad audience di ad set yang satu dengan kumpulan Interest yang berkaitan dengan produk kamu di ad set yang lain. Setelah kamu memiliki customer di Bottom Funnel yang cukup banyak, barulah kamu bisa melakukan retargeting terhadap orang-orang yang sudah melihat atau menambahkan produk kamu ke keranjang. Di fase ini, kamu juga sebaiknya tetap bereksperimen dengan tipe audience broad, Lookalike, dan Custom Audience lainnya agar “kolam” audience kamu tetap terisi dengan audience baru yang nantinya bisa kamu retargeting lagi.


5. Gunakan Benchmark untuk Mengevaluasi Performa

Penggunaan Benchmark dapat membantu kamu dalam mengoptimalkan iklan Facebook karena Benchmark memberikan informasi tentang performa rata-rata dari iklan yang sama atau serupa dalam industri atau pasar tertentu. Cara ini dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan apakah iklan kamu memiliki kinerja yang baik atau tidak. Selain itu, Benchmark juga dapat digunakan untuk membandingkan performa iklanmu dengan pesaingmu.


Hal-hal yang dapat diidentifikasi biasanya adalah CPC (Cost-Per-Click), CTR (Click-Through Rate), CVR (Conversion Rate ), dan CPA (Cost per Action). Di Indonesia sendiri mungkin agak sulit untuk benchmarking terlebih lagi untuk tracking ad spending. Namun, kamu tetap bisa mencoba benchmarking menggunakan CTR, perbandingan antar industri, proporsi (spending antara mobile dengan desktop), atau perubahan trend dari tahun ke tahun.



bottom of page